RAHMAD DIBALIK AMPUNAN Manusia yang baik bukan berarti manusia yang tak punya salah dan lupa, namun manusia yang salah dan lupa cepat cepat mengkui kesalahannya dan cepat cepat bertobat kepadanya
Mansia tempatnya salah dan lupa dan disinilah kasih sayang Tuhan diberikan kepada hambanya , dengan adanya salah manusia dapat membedakan baik dan buruk , karena kebaikan mendatangkan kemaslahatan dan keburuk mendatangkan kamadhorotan hidup dunia dan akheratnya serta hidup ada tolak ukurnya Begitu juga adanya lupa yang diberikan kita , itu semunya nikmat yang tiada taranya bayangkan jika kita tidak diberi lupa oleh tuhan yang maha kuasa, kesedihan terus menghantui kita sehingga kita terusmenerus ingat dengan kesedihan yang kita terima Betul kata Rosulullah
Tuhan cinta, senang terhadap hambanya yang selalu bertobat kepadanya, bagaikan orang tua terhadap anaknya yang selalu tidak menyenangkan dan selalu menjengkelkan yang ahirnya bertoubat berubah menjadi anak yang soleh selalu taat kepada Tuhan dan kedua orang tunya
Dengan adanya salah dan lupa akhirnya manusia tau kelemahannya yang akhirnya tau Tuhannya serta akan selalu mohon ampun kepadanya dan dai kan mengikuti jejak Rasulnya Nabi sendiri seorang yang maksum selalu dijaga oleh Allah. Dan dijamin masuk sorganya selalu melantunka istigfar ( memohon ampun Kepada Allah ) paling sedikit sehari 100 kali
Dan hamba Tuhan yang selalu mengakui kesalahannya serta selalu memohon ampun kepadanya akanselalu mendapat rahmat darinya.
Sebagai mana Sabda rasulullah
Barang siapa yang selalu membiasakan membaca istighfar , akan menjadikan mereka kesulitan hidupnyaa kan dimudahkan dan dicarikan carikan jalan keluar Oleh Allah, begitu juga kesusahannya akan diganti dengan kegembiraan dan allah akan menjamin serta mencukupi rizkinya yang tak disangka-sangka dari mana datangnya HR. Abu Dawud.
Oleh ; Fatchur Rozi S.pdi Guru PAI SMPN I Peterongan
Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( QS. Al Baqoroh;216)
Suatu hari Baginda Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian beliau memanggil si semut dan menanyainya, Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?.
Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepada ku sebagai makananku selama satu tahun. Baginda Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut, Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun.
Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu. Si semut taat pada perintah Nabi Sulaiman AS. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut.
Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS bertanya kepada si semut, hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu Wahai Nabiullah, aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa.
Selama ini Allah SWT yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini engkau memberiku separuh buah kurma.
Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki (Ar-Rozak), jawab si semut.
Kerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang. Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana.
Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka.
Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah SWT agar musim kering segera berakhir dan hujan segera turun.
Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan.
Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo'a memohon kepada Allah SWT penunai segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua kekeringan.
Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku", do'a sang semut kepada Allah SWT.
Mendengar do'a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "kita segera pulang, sebentar lagi Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.
kejujura menuju kebaikan kebaikan menuju sorga, ketidak jujuran menuju kehancuran menuju neraka
BalasHapus
BalasHapusRAHMAD DIBALIK AMPUNAN
Manusia yang baik bukan berarti manusia yang tak punya salah dan lupa, namun manusia yang salah dan lupa cepat cepat mengkui kesalahannya dan cepat cepat bertobat kepadanya
Mansia tempatnya salah dan lupa dan disinilah kasih sayang Tuhan diberikan kepada hambanya , dengan adanya salah manusia dapat membedakan baik dan buruk , karena kebaikan mendatangkan kemaslahatan dan keburuk mendatangkan kamadhorotan hidup dunia dan akheratnya serta hidup ada tolak ukurnya
Begitu juga adanya lupa yang diberikan kita , itu semunya nikmat yang tiada taranya bayangkan jika kita tidak diberi lupa oleh tuhan yang maha kuasa, kesedihan terus menghantui kita sehingga kita terusmenerus ingat dengan kesedihan yang kita terima
Betul kata Rosulullah
Tuhan cinta, senang terhadap hambanya yang selalu bertobat kepadanya, bagaikan orang tua terhadap anaknya yang selalu tidak menyenangkan dan selalu menjengkelkan yang ahirnya bertoubat berubah menjadi anak yang soleh selalu taat kepada Tuhan dan kedua orang tunya
Dengan adanya salah dan lupa akhirnya manusia tau kelemahannya yang akhirnya tau Tuhannya serta akan selalu mohon ampun kepadanya dan dai kan mengikuti jejak Rasulnya
Nabi sendiri seorang yang maksum selalu dijaga oleh Allah. Dan dijamin masuk sorganya selalu melantunka istigfar ( memohon ampun Kepada Allah ) paling sedikit sehari 100 kali
Dan hamba Tuhan yang selalu mengakui kesalahannya serta selalu memohon ampun kepadanya akanselalu mendapat rahmat darinya.
Sebagai mana Sabda rasulullah
Barang siapa yang selalu membiasakan membaca istighfar , akan menjadikan mereka kesulitan hidupnyaa kan dimudahkan dan dicarikan carikan jalan keluar Oleh Allah, begitu juga kesusahannya akan diganti dengan kegembiraan dan allah akan menjamin serta mencukupi rizkinya yang tak disangka-sangka dari mana datangnya HR. Abu Dawud.
Oleh ; Fatchur Rozi S.pdi
Guru PAI SMPN I Peterongan
Terimalah APA ADANYA
BalasHapusBoleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( QS. Al Baqoroh;216)
Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut (2)
BalasHapusSuatu hari Baginda Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang
berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian
beliau memanggil si semut dan menanyainya, Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?.
Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepada ku sebagai makananku selama satu
tahun. Baginda Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut,
Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan
aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun.
Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu. Si semut taat pada perintah Nabi
Sulaiman AS. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut.
Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS
bertanya kepada si semut, hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu Wahai Nabiullah,
aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa.
Selama ini Allah SWT yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini
engkau memberiku separuh buah kurma.
Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki
(Ar-Rozak), jawab si semut.
Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut (1)
BalasHapusKerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang.
Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana.
Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon
kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka.
Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari
bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah SWT agar musim
kering segera berakhir dan hujan segera turun.
Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah
batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan.
Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo'a memohon kepada Allah SWT penunai
segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya
kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua
kekeringan.
Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku",
do'a sang semut kepada Allah SWT.
Mendengar do'a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk
kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "kita segera pulang, sebentar lagi
Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor
semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.