Selasa, 11 Oktober 2011

nuansa islami

5 komentar:

  1. kejujura menuju kebaikan kebaikan menuju sorga, ketidak jujuran menuju kehancuran menuju neraka

    BalasHapus

  2. RAHMAD DIBALIK AMPUNAN
    Manusia yang baik bukan berarti manusia yang tak punya salah dan lupa, namun manusia yang salah dan lupa cepat cepat mengkui kesalahannya dan cepat cepat bertobat kepadanya

    Mansia tempatnya salah dan lupa dan disinilah kasih sayang Tuhan diberikan kepada hambanya , dengan adanya salah manusia dapat membedakan baik dan buruk , karena kebaikan mendatangkan kemaslahatan dan keburuk mendatangkan kamadhorotan hidup dunia dan akheratnya serta hidup ada tolak ukurnya
    Begitu juga adanya lupa yang diberikan kita , itu semunya nikmat yang tiada taranya bayangkan jika kita tidak diberi lupa oleh tuhan yang maha kuasa, kesedihan terus menghantui kita sehingga kita terusmenerus ingat dengan kesedihan yang kita terima
    Betul kata Rosulullah

    Tuhan cinta, senang terhadap hambanya yang selalu bertobat kepadanya, bagaikan orang tua terhadap anaknya yang selalu tidak menyenangkan dan selalu menjengkelkan yang ahirnya bertoubat berubah menjadi anak yang soleh selalu taat kepada Tuhan dan kedua orang tunya

    Dengan adanya salah dan lupa akhirnya manusia tau kelemahannya yang akhirnya tau Tuhannya serta akan selalu mohon ampun kepadanya dan dai kan mengikuti jejak Rasulnya
    Nabi sendiri seorang yang maksum selalu dijaga oleh Allah. Dan dijamin masuk sorganya selalu melantunka istigfar ( memohon ampun Kepada Allah ) paling sedikit sehari 100 kali



    Dan hamba Tuhan yang selalu mengakui kesalahannya serta selalu memohon ampun kepadanya akanselalu mendapat rahmat darinya.

    Sebagai mana Sabda rasulullah




    Barang siapa yang selalu membiasakan membaca istighfar , akan menjadikan mereka kesulitan hidupnyaa kan dimudahkan dan dicarikan carikan jalan keluar Oleh Allah, begitu juga kesusahannya akan diganti dengan kegembiraan dan allah akan menjamin serta mencukupi rizkinya yang tak disangka-sangka dari mana datangnya HR. Abu Dawud.

    Oleh ; Fatchur Rozi S.pdi
    Guru PAI SMPN I Peterongan

    BalasHapus
  3. Terimalah APA ADANYA

    Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( QS. Al Baqoroh;216)

    BalasHapus
  4. Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut (2)


    Suatu hari Baginda Sulaiman AS sedang berjalan-jalan. Ia melihat seekor semut sedang
    berjalan sambil mengangkat sebutir buah kurma. Baginda Sulaiman AS terus mengamatinya, kemudian
    beliau memanggil si semut dan menanyainya, Hai semut kecil untuk apa kurma yang kau bawa itu?.

    Si semut menjawab, Ini adalah kurma yang Allah SWT berikan kepada ku sebagai makananku selama satu
    tahun. Baginda Sulaiman AS kemudian mengambil sebuah botol lalu ia berkata kepada si semut,
    Wahai semut kemarilah engkau, masuklah ke dalam botol ini aku telah membagi dua kurma ini dan akan
    aku berikan separuhnya padamu sebagai makananmu selama satu tahun.

    Tahun depan aku akan datang lagi untuk melihat keadaanmu. Si semut taat pada perintah Nabi
    Sulaiman AS. Setahun telah berlalu. Baginda Sulaiman AS datang melihat keadaan si semut.

    Ia melihat kurma yang diberikan kepada si semut itu tidak banyak berkurang. Baginda Sulaiman AS
    bertanya kepada si semut, hai semut mengapa engkau tidak menghabiskan kurmamu Wahai Nabiullah,
    aku selama ini hanya menghisap airnya dan aku banyak berpuasa.

    Selama ini Allah SWT yang memberikan kepadaku sebutir kurma setiap tahunnya, akan tetapi kali ini
    engkau memberiku separuh buah kurma.

    Aku takut tahun depan engkau tidak memberiku kurma lagi karena engkau bukan Allah Pemberi Rizki
    (Ar-Rozak), jawab si semut.

    BalasHapus
  5. Nabi Sulaiman AS dan Seekor Semut (1)


    Kerajaan Nabi Sulaiman AS dikala itu sedang mengalami musim kering yang begitu panjang.
    Lama sudah hujan tidak turun membasahi bumi. Kekeringan melanda di mana-mana.

    Baginda Sulaiman AS mulai didatangi oleh ummatnya untuk dimintai pertolongan dan memintanya memohon
    kepada Allah SWT agar menurunkan hujan untuk membasahi kebun-kebun dan sungai-sungai mereka.

    Baginda Sulaiman AS kemudian memerintahkan satu rombongan besar pengikutnya yang terdiri dari
    bangsa jin dan manusia berkumpul di lapangan untuk berdo'a memohon kepada Allah SWT agar musim
    kering segera berakhir dan hujan segera turun.


    Sesampainya mereka di lapangan Baginda Sulaiman AS melihat seekor semut kecil berada di atas sebuah
    batu. Semut itu berbaring kepanasan dan kehausan.

    Baginda Sulaiman AS kemudian mendengar sang semut mulai berdo'a memohon kepada Allah SWT penunai
    segala hajat seluruh makhluk-Nya. "Ya Allah pemilik segala khazanah, aku berhajat sepenuhnya
    kepada-Mu, Aku berhajat akan air-Mu, tanpa air-Mu ya Allah aku akan kehausan dan kami semua
    kekeringan.

    Ya Allah aku berhajat sepenuhnya pada-Mu akan air-Mu, kabulkanlah permohonanku",
    do'a sang semut kepada Allah SWT.

    Mendengar do'a si semut maka Baginda Sulaiman AS kemudian segera memerintahkan rombongannya untuk
    kembali pulang ke kerajaan sambil berkata pada mereka, "kita segera pulang, sebentar lagi
    Allah SWT akan menurunkan hujan-Nya kepada kalian. Allah SWT telah mengabulkan permohonan seekor
    semut". Kemudian Baginda Sulaiman dan rombongannya pulang kembali ke kerajaan.

    BalasHapus